• Kisah Seorang Musafir

    Alunan detak jarum jam mengisyaratkan bahwa job dan agenda rutin telah tertunaikan. Kami berkumpul seperti biasa, menanti salah seorang sahabat dari kami untuk berbagi hikmah, kami biasa berbagi cerita selama 10 menit sebelum pulang. Kadangkala aku juga mendapat giliran untuk berbagi setetes hikmah. Dan kali ini dengan senyum bijaknya sahabatku ini menuturkan sebuah kisah yang membuatku termenung... Akupun berjanji untuk membagi kisah ini. 
     
    *** Kisah Seorang Musafir yang Kehabisan Bekal ***


    Tersebutlah seorang musafir yang tengah mengadakan perjalanan melewati Sahara yang tandus. Seluruh bekalnya telah habis, kantung airnyapun telah mengempis tak ada sisa meski hanya setetes. Sang musafir lantas berusaha mencari sumber air di tempat gersang itu dengan harapan dapat menghilangkan rasa haus yang hampir mencekik lehernya. Namun dapat dipastikan ia tak dapat menemukan sumber air di sekitar tempat tersebut. 
    Hingga saat rasa lelah dan dahaga tak lagi mampu ditahannya ia bertekad untuk mencari sekali lagi. Usaha penghabisannya ini telah mempertemukannya dengan sebuah gubuk tua yang telah lama ditingalkan oleh penghuninya. Bangunan yang terlantar itu sudah tak memiliki daun pintu juga jendela. Angin Sahara dengan bebas dapat menerobos dan menari menghamburkan debu-debu halus ke dalamnya. 
    Sang musafir dengan penuh harapan memasuki gubuk tersebut, mungkin saja di dalam sana terdapat apa yang dicarinya. Ia menemukan sebuah pompa tua yang telah berkarat dan berselimut debu, dengan sisa energi yang hampir habis dicobanya pompa tersebut, tapi nahas.. tak mengeluarkan air setetespun. dengan lunglai ia kembali mencari sesuatu yang mungkin dapat membuat pompa itu berfungsi. Lalu tanpa diduga ditemukannya sebuah kendi berisi air yang jernih dan sejuk. Di bawah kendi tersebut tergeletak sebuah papyrus bertuliskan:


    "gunakanlah seluruh isi kendi ini untuk memancing air, 

    kemudian setelah berhasil isilah kembali kendi ini seperti semula"


    Sang musafir sejenak berfikir, 
    *Jika ia menggunakan seluruh air tersebut dan misalkan pompa tetap tak berfungsi maka ia akan kehilangan air yang dibutuhkannya, 
    *Lalu jika ia mengambil seluruh air dalam kendi untuk dirinya.. mungkin saja ia akan kehilangan kesempatan mendapatkan air yang cukup selama perjalanan, jika ternyata pompa itu memang akan berhasil dipancing dengan seluruh isi kendi
    *Sedangkan jika ia menggunakan setengah untuk memancing dan setengah lagi untuk diteguknya saat itu juga, ia ragu akankah pompa dapat mengeluarkan air..  dengan menyalahi pesan dalam papyrus tersebut.

    Akhirnya sang musafir membulatkan hati untuk meyakini dan melaksanakan pesan dalam papyrus tersebut. Lalu apakah yang terjadi? Sang musafir bersyukur tak terhingga, pompa telah berhasil mengeluarkan air yang berlimpah. Kemudian ia menuliskan dibawah pesan dalam papyrus, "saya telah membuktikannya!"


    ***

    Aku termenung.. mengingat kembali kisah yang kudapat pada 10 menit tersebut. Jika isi kendi itu adalah dimakna potensi diri seorang manusia. Sungguh, sebuah keberlimpahan hanya akan didapat dengan terlebih dulu mencurahkan seluruh potensi yang dimilikinya.

45 komentar:

  1. Abu_hafs mengatakan...

    Kisahnya menarik, di blogku ada tulisan berjudul "menabur dan menuai", kita harus memberi dulu baru menerima, apa yg kita beri itulah yang akan kita terima, dan biasanya kita akan mendapat lebih banyak dari yg kita beri.
    Tpi ini kisah nyata ato fiksi? :D

  2. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    Terimakasih sudah menyempatkan berkunjung.
    o ya ada tulisan "menabur dan menuai"... jadi penasaran, Insya Allah dijadwalkan ke blog Abu ^_^

    Kisah musafir ini saya dengar dari sahabat saya Abu, Insya Allah nanti saya tanyakan pada beliau darimana sumbernya, apakah fiksi atau bukan..

  3. Niken Kusumowardhani mengatakan...

    Yakin bahwa setiap diri mempunyai kekuatan yang tidak pernah kita kira sebelumnya... Yakini saja...

    Liyan.. bunda ada sesuatu untuk Liyan.. mohon diterima yaaa...

    http://niken-bundalahfy.blogspot.com/2013/01/sunshine-award.html

  4. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    makasih bunganya bunda... indah sekali. ^_^
    liyan terima dengan hati berbunga-bunga, hihi... tapi..tapi... PRnya jangan ditagih sekarang yaa, liyan masih so sibuk nie, hehe

  5. Ujang Arnas mengatakan...

    terinspirasi gara-gara kendi sederhana :)

    Keep sharing mbak.

  6. Dani Kaizen mengatakan...

    @Zeal*Liyanfury, Kisah yg sangat inspiratif...
    #salam kenal buat sang Musafir...hehee :-)

  7. Ave Ry mengatakan...

    Subhanallah., nikmat akan terasa lebih jika berbagi. Dan sebaik-baik nikmat adalah potensi diri yang telah tergali.. Membagikannya dengan orang lain adalah pesan nabi yang ummiy " Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat "

  8. Dian mengatakan...

    Nice story mbak,,
    Di setiap perjuangan dan pengorbanan kan ada hal yg manis yg terteguk :)

  9. Unknown mengatakan...

    kunjungan perdana...izin nyimak ya :D

  10. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    makasih atas kunjungannya wahai guru sastra ^_^

    ya gara gara kendi.. di tengah gurun sahara, air lebih berharga dari sebongkah permata, begitulah mungkin.. :)

  11. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    mas Dani, sang musafirnya udah pergi.. telat sih, hehe ^_^
    *makasih silaturrahminya mas..

  12. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    Ukhti... benar sekali. Subhanalloh, setuju dengan dirimu ukh :D

  13. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    betul Sahabat Dian.. kan ada hal manis yang terteguk.. ^_^

  14. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    makasih atas kunjungannya sahabat.. semoga mendapat hal bermanfaat di sini. :)

  15. Ahmad Mu'azim Abidin mengatakan...

    Ngena banget mba :D

    itu kok acaranya 10 menitan emang acara apaan si *kepo

  16. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    acara berbagi hikmah sesama teman kerja Zim.. ^_^

  17. Banyu Kusuma mengatakan...

    potensi diri adalah nikmat yang Allah berikan untuk kita, dan setiap individu selalu memiliki potensi diri yang tidaklah sama. maka kenali diri dan bergegaslah untuk memanfaatkan nikmat itu.

    renungannya mengena banget teh liyan. ^_^

  18. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    Mas Banyu, terimakasih atas tambahannya :)

  19. Hasana Annas mengatakan...

    Kangen kak liyan fury :)

    lagi-lagi kisahnya penuh hikmah . . .
    betapa amanah memang harus dilaksanakan, tidak boleh setengah setengah :")

  20. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    dik Ann...... ^_^
    samaaaaa....kangeeen..... T_T

    kaka juga masih belajar untuk terus berusaha melaksanakan amanah dengan sungguh-sungguh... keep semangat! :D

  21. Rumi Putri mengatakan...

    kunjungan perdana...

    . sayangnya ketika benar-benar dalam kondisi darurat, letih, dan benar-benar butuh, mungkin ada musafir2 yang gak berpikir panjang untuk tetap ikut aturan main yang sesuai dgn pesan.
    kita manusia juga bisa disebut musafir ya ukht..."selalu dalam perjalanan"
    salam Rumi..^_^V

  22. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    Terimakasih atas kunjungannya ukht Rumi.. :)
    salam kenal :D

  23. Anonim mengatakan...

    Kakaaaaak, tulisanmu selalu membuatku merasa sejuk :)
    Salam embun kak Liyan

  24. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    nda Zaa......
    Salam embun juga T_T

  25. Rima Aulia mengatakan...

    wah... keren mbbak, hikmahnya dalam, ditambah instrumen musik bikin suasana makin khusyu

  26. Ahmad Mu'azim Abidin mengatakan...

    patut dicontoh tuh, saling berbagi hikmah.. kalo ditempatku g ada seperti itu :(

  27. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    terimakasih atas silaturrahminya sahabat Rima. :)
    Alhamdulillah dapat saling berbagi hikmah...

  28. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    hmm.. kalau berniat mencontoh kyanya Azim bisa jadi pelopor tuh.. :D

  29. Unknown mengatakan...

    Inspiratif kisahmu ini kak. Pemacu semangat.

  30. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    Alhamdulillah bisa saling berbagi semangat dik Reza..

    btw, makasih udah mau mampir kesini ^_^

  31. Akhmad Muhaimin Azzet mengatakan...

    Keyakinan membuahkan bahagia. Sungguh, betapa ini telah terbukti. Sebuah cerita yang sangat inspiratif. Saya suka membacanya. Makasih banyak ya, Mbak.

  32. Syamsul Bachri Usman mengatakan...

    Terlepas Kisah nyata ataukah fiksi, kisah ini sangat bagus dan inspiratif.. Keep psoting mbak


    Salam Kenal ya mbak...

  33. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    Terimakasih telah menyempatkan berkunjung pak ustadz...

  34. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    makasih atas kunjungannya sahabat Usman...
    Salam kenal kembali ^_^

  35. Unknown mengatakan...

    pesan yang sangat luarbiasa....
    ceritanya memang sederhana...tapi sang penulis selalu bisa membuatnya luar biasa :D

  36. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    Ah, abang tuh yang bikin koment luar biasa padahal tulisanku memang biasa biasa saja...
    Terimakasih ya bang atas kunjungan dan suportnya. :)

  37. Kids Party mengatakan...

    nice post :D salam kenal yaa ...

  38. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    Salam kenal kembali Sahabat/ dik Kids ^_^
    terimakasih atas kunjungannya.
    o iya, Kids kelas berapa nih... masih anak-anak ya, :D

  39. Unknown mengatakan...

    Terimakasih kak , sangat menginspirasi :)... dan makasih juga udh berkunjung di blogq kmaren :)

  40. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    Sama-sama dik Miftah. makasih juga atas kunjungan baliknya. :)
    Alhamdulillah, semoga dapat terus berbagi manfaat ^_^

  41. Alfiansyah mengatakan...

    Dari sini aku mengerti kenapa ikhtiarku selalu kurang, padahal berharap sekali dapat hasil yg maksimal.. Semoga potensi dapat ku gunakan sebaik mungkin... Makasih ^^

  42. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    Aamiin... sama-sama sahabat Wahyu. :)

  43. Anonim mengatakan...

    Nak copy paste ayat Quran dari blog nie pun tak boleh?.Poyo la owner blog nie.Dakwah mende camni

  44. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    Teruntuk sahabat anonim, terimakasih...
    boleh ko copas, mungkin caranya sahabat belum tau ya...
    coba klik kanan 2x nanti akan muncul "Prevent this page from creating additional dialogs", centang aja, kemudian klik kanan lagi dan copy..
    Semoga bermanfaat. ^_^

  45. Aditia mengatakan...

    inspiratif ukhti...

Posting Komentar

Pembaca yang baik, Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar ya... Terimakasih :)