• Tentang Keteguhan

    jay patel
    Hingga hari kemarin kita masih bisa saling melempar senyum dan tawa, mengisi kekosongan diantara ruang-ruang fikiran kita. Kemarin kita masih saling menyapa dengan nada-nada lembut tanpa cela serta jauh dari ruam pertikaian. Sungguh jika suatu kealpaan menjadi penyebab hadirnya jarak diantara kita, itu merupakan ujiannya. Apapun bentuknya, setiap keteguhan yang terbangun pasti disertai resiko dan ancaman. Terkadang ia tidak datang dari luar melainkan dari dalam diri kita sendiri.

    Dan semua tergantung kepada pilihan kita, apakah keteguhan itu akan kita biarkan hancur menjadi kepingan rasa marah, benci, apatis dan kecewa. Atau mungkin akan kita jaga dengan ketulusan, pemaafan, kasih sayang dan pengertian.

    Sungguh sebuah keadaan bukan semata-mata tercipta atas kehendak kita, karena sang Penciptalah yang menghendakinya. Seperti halnya keadaan kita. Awalnya mungkin kita tidak saling mengenal satu sama lain, masih asing dan tak pernah terbersit untuk saling mendekat. Namun dengan karuniaNYa keadaan tersebut berubah menjadi hal yang berbeda, kita mulai saling menyapa dan bertanya… mengeja rasa asing menjadi jalinan kokoh bernama persahabatan. Dan semua itu berjalan cukup baik, hingga hari kemarin. Lalu bagaimana dengan hari ini? masihkah akan sebaik hari-hari sebelumnya?

    Jawabannya telah ada dalam hati kita masing-masing. Seiring interaksi dan waktu yang berjalan, seiring pula dengan sikap yang kita ambil. Meski tak tampak pada ruang nyata namun kuyakin hati kita dapat saling mengindera dan mendeteksi setiap pergerakan dan perubahan rasa yang terjadi.

    Mari kita bercermin darinya, dari kejernihan hati kita.

    *Good morning, don’t be afraid to having a mirror 
    ~ if some this word is offend anyone, i say sorry...

45 komentar:

  1. Niken Kusumowardhani mengatakan...

    Liyan... tulisan ini seperti nasehat buat bunda. Betapa hati bunda masih jauh dari kejernihan.

    Dan semua tergantung kepada pilihan kita, apakah keteguhan itu akan kita biarkan hancur menjadi kepingan rasa marah, benci, apatis dan kecewa. Atau mungkin akan kita jaga dengan ketulusan, pemaafan, kasih sayang dan pengertian.

    Kalimat itu menyentuh hati bunda. Terima kasih untuk tulisan yang indah ini liyan...

  2. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    Bundaaaa... hiks... T_T
    Maafin Liyan yaa bila selama ini ada khilaf.
    ini nasehat untuk Liyan sendiri. Makasih ya bunda... udah nyempetin mampir ke gubuk Liyan. ^_^

  3. HM Zwan mengatakan...

    Ya allahhh.....heummmm.dalem mbk liyan....
    **cari cermin..mari bercermin

  4. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    ya sahabat Zwan, mari bercermin.. ^_^

  5. Rahmi Aziza mengatakan...

    Nasehat untukku juga Liyan.. aku punya temen juga yang dulunya kita baik n akrab banget tapi sekarang jadi beda :(

  6. Nella Yayu mengatakan...

    Tak ada yang lebih menandingi kejernihan itu...... n_n

  7. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    Bundaa... makasih atas kunjungannya, ^_^

    Oh, semoga persahabatannya kembali rekat... apapun yang menjadi perbedaan, yakinlah itu adalah ujiannya.

  8. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    Salam kenal sahabat Nayla. :)

    mari bercermin pada kejernihan itu... ^_^

  9. ya, bercermin,d an terus bercermin, sampai sadar diri dan akhirnya menemukan kejernihan hati

  10. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    benar, sahabat Sabda :)

  11. Anonim mengatakan...

    Kakanda Liyan...
    Sungguh, ini tulisan yang nyentuh banget saat2 ini :)
    Makasih kakak.
    Kangen ngobrol dengan kakak ^^

  12. HP mengatakan...

    indahnya keteguhan, ketulusan dan kejernihan berfikir.
    menyimak ya Liyan. :)
    salam kenal.
    HP

  13. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    Salam kenal kembali pak Heri... :)
    terimakasih atas silaturrahminya ya pak, keteguhan ini membuat Liyan semakin dalam bercermin...

    Sungguh, cermin yang paling sempurna di dunia ini bukanlah yang berbingkai perak, melainkan bagaimana cara kita melihat ke dalam diri sendiri. Ketika kita melihat ke dalam berarti kita sedang melihat bagaimana jalan hidup kita dan hasil apa yang kita ciptakan dengan cara hidup kita.

  14. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    nda Zaaa..... kangeeen juga, hiks.. :'(
    namun apa daya, semua no Za ndak aktif.... please...

    Sungguh, postingan ini entah kenapa....

  15. Alfiansyah mengatakan...

    Salah satu contoh tulisan yg cocok dgn backsoundnya, membuat kita merenung saat tak ada keteguhan sehingga menerjang aturan Allah..

    Astagfirullah..

  16. K.A.A mengatakan...

    Ketegehan hati, harus ku cari dimana? sampai kapan? mudah di mulut sulit di laksanakan, hiks........

  17. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    Astaghfirullah... semoga kita terhindar dari hal yang demikian, khie..

  18. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    betul sekali sahabat Kharis... mudah di mulut sulit dilaksanakan... karena itulah keteguhan menguji kita untuk membuktikannya. ^_^

  19. selamat dapat award ya, semoga mau terima, silahkan ambil di sini
    iba.web.id/2013/03/dapat-versatile-award.html

  20. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    Wow Award lagi!! jadi 3 nih utang awardku... ^_^
    semoga segera dapat menaklukan waktu utk membayarnya, ^^

    Makasih ya sahabat Sabda... insya Allah tar awardnya ku ambil :)

  21. Ave Ry mengatakan...

    Keteguhan dulu ku kira aku yang menciptakan hingga ketika saat memudarnya aku tersadar. Bukan aku, tetapi DIA. Buah sombong yang tidak kentara ternyata dapat terdeteksi oleh-Nya.. Dan kali ini kutemukan kalimat yang sempat lolos perhatianku waktu itu., ^_^)b

  22. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    Subhanalloh... benar sekali ukhti.. tak ada sesuatupun yg dapat luput dari pengawasan-Nya, yang nampak maupun yang tersembunyi.
    dan manusia dikaruniai potensi ruhiyyah serta akliyah untuk mendeteksi kehadiran gejala penyimpangan dari ahklak yang baik ke buruk.. agar menyadari dan kembali pada jalanNya...

    Terimakasih atas kesetiaannya berkunjung kemari, ukhti... syukron jiddan. :)

  23. Akhmad Muhaimin Azzet mengatakan...

    Membacanya, sungguh saya jadi becermin untuk diri yang faqir ini, Mbak. Makasih banyak ya.... Semoga diri ini menjadi pribadi yang teguh meniti jalan-Nya.

    Ohya, blog ini sudah saya follow, Mbak, makasih banyak yaaa....

  24. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    Aamiin.. sama-sama pak ustazd... makasih atas kunjungannya.
    makasih juga udah berkenan menjalin ukhuwah. :)

  25. Unknown mengatakan...

    seteguh apa kita sebenarnya? mari terus bercermin dan bercermin

  26. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    Seteguh hatimu say.. ^^
    yuk.. mari bercermin. Makasih ya dik Faisyah. :)

  27. Dani Kaizen mengatakan...

    @Zeal*Liyanfury, tulisan yg keren.....
    #salam keteguhan dalam kebaikan :-)

  28. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    Makasih mas Dani atas apresiasinya :)

  29. TiranaAduka mengatakan...

    salam kenal dari tirana aduka
    Kunjungan pertama kesini. Met pagi yg nyaman.

  30. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    Salam kenal kembali sahabat Aduka. Piye Kabare? met pagi yang diberkahi... Salam persahabatan Blogger Indonesia-Malaysia ^_^
    Thank's atas kunjungannya.

  31. Ahmad Mu'azim Abidin mengatakan...

    hari ini dan seterusnya akan tetap menjadi kawan sejati *lalu backsound lagunya muncul* sahabat untuk selamanya, bersama untuk selamanya, kau dan aku sahabat kemarin saat ini esok selamanya *tralalalala

  32. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    haha... makasih udah menghibur di sini #aduk-aduk dompet cari recehan.. ^____^

  33. Unknown mengatakan...

    SubahanALLAH Perenungannnya... makasih mbak Liyan Tulisannya

  34. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    sama-sama... semoga bermanfaat. :)

  35. Ahmad Mu'azim Abidin mengatakan...

    pecahan gedean juga diterima dengan lapang tangan kok *eh

  36. abang ichal mengatakan...

    cerminnya tadi udah pecah...
    pake kaca spion motor aja

  37. Stiker Jalingkut mengatakan...

    met sore sobat maaf,ni baru berkunjung. trmksih banyak mbk infonya sangat bermanfaat sekali mbk

  38. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    Waah... spion ical toh, boleh boleh...
    *eh, ternyata kalian ke sini naek motor berdua yah! hadeuh... awas ya jangan macam-macam >_<

  39. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    met soree juga mas Brebes... makasih udah nyempetin mampir. :)

  40. Banyu Kusuma mengatakan...

    subhanallah.
    kadang keteguhan iman pun akan mudah hancur ketika ada dosa yg tersemat dalam hati, walau sebiji zharrah.
    astagfirullah, aku pun mungkin seperti itu.

    sebuah nasihat untuk hati kotor ini,

  41. Zeal*Liyanfury mengatakan...

    terimakasih atas kunjungannya mas Banyu...
    ya, mungkin benar... jika dosa membuat demikian, sungguh semakin waspada hati ini terhadap segala yang akan mengotorinya.

    sebenarnya ini nasehat untuk saya sendiri mas, yang sedang belajar membersihkan cermin diri... :)

  42. Ron's Family mengatakan...

    Amiiinnnn ...

  43. Catatan Harian Irfan mengatakan...

    Sebuah keteguhan dan sebuah nasihat,,,,,,
    Menasihati diri sendiri sebelum di nasihati oleh orang lain dan balik menasihati orang,,,,,
    Teh liyan aku coba merenung untuk menasihati diriku sendiri -_-

  44. Banyu Kusuma mengatakan...

    kita sama-sama belajar untuk membersihkan hati :)

  45. Unknown mengatakan...

    hmmm bongkar2 dulu,,,udah lama dak mampir dimari.....

Posting Komentar

Pembaca yang baik, Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar ya... Terimakasih :)